Sunday, September 15, 2013

Melayani sepenuh hati

Nabi Isa mengatakan Aku datang bukan untuk dilayani, tapi untuk melayani. Sekali lagi Nabi Isa mengatakan barang siapa hendak menjadi pemimpin maka ia harus melayani.

Melayani identik dengan pelayan, melayani identik dengan pekerjaan yang dipandang rendah oleh banyak orang, tapi mengapa seorang Nabi Besar, seorang Pemimpin Besar menyatakan dirinya sebagai pelayan dan bukan sebagai Tuan yang identik dengan seorang yang dilayani.

Melayani lebih bicara kepada hati dan bukan kepada aksi. Melayani menjadikan kita lebih peduli, melayani membuat kita rendah hati, melayani membuat kita mau mendengarkan, melayani menjadikan kita lebih mengerti, dan kesemuanya merupakan syarat menjadi pemimpin yang baik.

Mengapa? Menjadi seorang pemimpin tidak untuk dimengerti, tidak juga untuk selalu didengarkan, tidak juga berada pada posisi yang jauh dijangkau pengikutnya, namun seorang pemimpin menyatu dengan pengikutnya.

Kualitas dari melayani sangat tergantung pada hati. Ketulusan dari seseorang dapat dirasakan dari yang dilayaninya. Ketulusan dari pelayanan juga tidak memerlukan kata-kata untuk meyakinkan.

Agen asuransi adalah pekerjaan yang lahir dari hati untuk melayani. Agen asuransi menjadi besar, agen asuransi menjadi pemimpin bila ketulusan itu hadir dari setiap nasabah yang dilayaninya.

Karena kepuasan nasabah, kebahagiaan nasabah menjadi tujuan utama dari semua pelayanan Agen asuransi.

Gunardi Saputra berkomitmen untuk melayani dengan sepenuh hati dan mau mendengarkan untuk dapat lebih mengerti setiap nasabahnya.